Kirim 24 Pemain ke All England, Indonesia Target Satu Gelar Juara

March 7, 2018 | By hackguedong | Filed in: Berita Olahraga.

Sudah jadi rahasia umum jika All England merupakan salah satu turnamen badminton bergengsi tingkat dunia. Tahun ini, All England menjadi turnamen grade 2 level 2 dengan nama baru, BWF World Tour-Super 1000. Dilangsungkan pada 14-18 Maret di Birmingham, All England akan jadi salah satu fokus utama PBSI di tahun 2018.

 

Pengundian untuk All England sendiri sudah dirilis pada Selasa (20/2) pekan lalu dan PBSI mulai mematok hasil realistis yakni minimal menyamai raihan di 2017 dengan satu gelar juara. “Saya selalu positif saja ya. Peluang pasti ada. Melihat dari Indonesia Master kemarin, kita punya peluang kok di empat sektor. Ganda putra, ganda campuran, ganda putri dan tunggal putra,” papar Susy Susanti, Kpala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI seperti dilansir Detik.

 

Meskipun peluang atlet badminton Indonesia saat ini meyakinkan, Susy tidak mau pasang target tinggi dan hanya berharap bisa membawa pulang satu gelar juara saja. “Ganda putra akan menjadi incaran semua karena kami lihat Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang belum terkalahkan. Mereka punya hattrick, prestasi bagus juga tentu akan jadi incaran. Tentu saya mengingatkan mereka untuk jaga kondisi. Jangan puas dengan prestasi yang dicapai karena waktu mereka masih panjang. Untuk tunggal putri, saya cuma minta untuk buat kejutan. Kalahkan dulu yang 10 besar dan saya ingin sebanyak-banyaknya loloskan atlet ke-20 besar dunia di sektor tunggal putri,” ungkap Susy.

 

Indonesia sendiri mengirimkan 24 pemain ke turnamen All England. Mereka adalah Jonatan Christie, Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Fitriani (tunggal putri), Marcus/Kevin, Angga Pratama/Rian Saputro, Fajar Alfian/Muhammad Rian, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Anggia Shitta/Ni Ketut Mahadewi, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara/Rizki Amelia (ganda putri) dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle, Praveen Jordan/Debby Susanto (ganda campuran).

 

Ganda Putra Indonesia Duel di Babak Awal

Meskipun masih dimulai pertengahan Maret, hasil undian All England sudah terungkap dan banyak pemain sesama Indonesia yang harus bentrok di babak awal. Mereka adalah Marcus/Kevin yang harus menghadapi Angga/Rian. Jika Fajar/Rian lolos ke babak kedua, akan menghadapi pemenang Marcus/Kevin atau Angga/Rian. Atas hasil drawing ini, pelatih sektor ganda putra, Herry Iman Pierngadi pun mengaku kecewa.

 

Bukan hanya masalah bentrok sesama Indonesia, All England kali ini juga akan memakai aturan servis baru yang jelas-jelas merugikan pemain dengan paras tubuh jangkung. Karena dimulai dari All England, BWF akan memberikan batasan tinggi servis. Di mana masing-masing pemain harus mengatur tinggi pertemuan shuttlecock dan kepala raket, maksimal 115 cm dari permukaan lapangan. Aturan ini jelas mengubah aturan semula di mana servis disesuaikan dengan antropometri tubuh masing-masing pemain dengan tidak melebihi rusuk terbawah.

 

Demi All England, Marcus/Kevin Absen Jerman Terbuka

Sementara itu, jelang All England, sejumlah atlet badminton Tanah Air akan turun dalam turnamen Jerman Open 2018 yang berlangsung pada 6-11 Maret di Mulheim an der Ruhr. Indonesia sendiri mengirim Ginting, Jonatan, Hendra/Ahsan, Praveen/Melati dan Fitriani. Yang cukup berat adalah Fitriani langsung berduel dengan Sung Ji Hyun, unggulan kedua asal Korea Selatan.

 

Pelatih Harry sendiri sengaja meminta Marcus/Kevin absen dari Jerman Terbuka 2018. Ini semua dilakukan agar pasangan ganda putra nomor satu dunia itu diharuskan fokus ke All England. Belum lagi kondisi keehatan Marcus belum 100% pulih karena cedera bahu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *