Perpanjang Kontrak, Valentino Rossi Tetap Balapan Sampai 2020

March 14, 2018 | By hackguedong | Filed in: MotoGP.

Tua-tua keladi. Mungkin istilah itu sangat cocok disematkan pada pebalap legendaris asal Italia, Valentino Rossi. Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, masa kontrak Rossi dengan Yamaha memang akan habis di akhir musim MotoGP 2018. Namun rupanya hal itu bukanlah masalah bagi Rossi yang justru mengaku bakal terus memperpanjang kontraknya di Yamaha hingga dua tahun lagi.

 

Rumor bakal pensiunnya Rossi dari dunia MotoGP berhembus setelah isu jika tim miliknya, VR46, memiliki potensi menjadi tim satelit Yamaha usai Tech3 pergi. Rossi dengan tegas menyebutkan kalau rumor itu tak akan terjadi selama dirinya masih bersaing di lintasan. Hal ini dia ungkapkan di tengah-tengah ujicoba terakhir tes pramusim MotoGP di Losail, Qatar.

 

“Kami masih berbicara, tapi kupikir ya (soal perpanjang kontrak dengan Yamaha). Saat kami siap mengumumkan kontrak baru, kupikir bagaimanapun kami tidak tertunda. Kami tepat waktu. Kami punya waktu kok. Kupikir itu tidak akan menjadi sebuah masalah besar,” papar Rossi seperti dilansir Crash. Jika memang perpanjangan kontrak dua tahun dengan Yamaha terwujud, maka berarti Rossi akan terus membalap hingga usia 41 tahun.

 

Target Rossi di MotoGP 2018

 

Banyaknya pebalap baru yang luar biasa, memang membuat Rossi mengulang momen jadi juara dunia cukup sulit. Apalagi di akhir musim 2017 kemarin, Rossi cuma berhasil finish kelima dengan total 208 poin. Poin yang diraih Rossi bahkan sangat jauh terpaut dari sang juara, Marc Marquez yakni selisih 90 poin. Raihan finish di peringkat lima klasemen togel online terpercaya akhir ini jelas merupakan hasil terburuk Rossi selama dua periode bersama Yamaha.

 

“Aku akan mencoba lebih kompetitif daripada tahun lalu. Mencoba mendapatkan lebih banyak poin dan podium, terutama tidak menderita-menderita amat di sebuah balapan yang kusukai seperti Jerez atau Barcelona. Aku ingin mencoba untuk selalu berada di lima besar,” jelasnya kepada Crash.

 

Meskipun demikian harapan Rossi itu begitu berpacu dengan waktu karena dirinya masih bermasalah dengan komponen elektronik di motornya. Mengingat MotoGP musim 2018 akan dimulai pada 18 Maret, tentu waktu yang dimiliki Rossi sangat sempit. “Bagiku Yamaha harus bekerja keras terutama untuk elektroniknya dan kupikir dari sudut pandang itu, kami harus melakukan perbaikan besar. Kupikir semua orang memiliki motivasi yang cukup, terutama Yamaha yang menginginkan kemenangan.”

 

Rossi Akui Motor Yamaha Masih Banyak PR

 

Dalam tes pramusim yang digelar di Thailand pada pertengahan Februari lalu, Rossi dan rekannya di Yamaha, Maverick Vinales, memang cuma mampu ada di posisi 10 dan 12. Hasil kurang memuaskan ini jelas bertolak belakang dengan Honda yang ada di jalur juara. Rossi saat itu tertinggal 0,730 detik dari Dani Pedrosa di posisi pertama. Rossi sendiri finish di posisi ke-14 pada hari kedua dan ke-8 di hari pembuka.

 

“Kami selalu menderita dengan ban belakang dan masalah kami pasti terkait dengan itu. Jika kami menggunakan ban lebih lunak, kami bisa lebih cepat. Sayangnya, ban saya terkoyak karena temperatur ban ini sangat tinggi. Namun jika anda memakai ban yang lebih keras, anda bisa menyelesaikan balapan dengan baik tapi lebih lambat,” curhat Rossi.

 

Dengan tes pramusim yang sudah digelar, Rossi tak menampik kalau Honda memang jadi tim paling konsisten, sementara Yamaha punya banyak sekali PR. Jadi apakah Yamaha mampu membenahi motor mereka dan kembali ke jalur juara?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *