Iming-Iming Untung 300%, Pasutri Arisan Online Tipu Hingga Rp 500 Juta

March 28, 2018 | By hackguedong | Filed in: Penipuan.

Perkembangan zaman memang membuat arisan online menjadi salah satu hal yang menggiurkan dipilih banyak orang. Anda bisa dengan mudah menemukan kegiatan arisan dewa poker online alias arisol di media sosial semacam FB. Hanya saja arisol yang dibentuk pasangan suami istri muda bernama Adi (25) dan Marina Safitri (23) di Jambi justru merugikan puluhan orang.

 

Banyaknya pihak yang melaporkan hingga timbul keresahan di masyarakat membuat Polresta Jambi menahan Adi dan Marina karena diduga melakukan penipuan massal lewat modus arisol. Pasutri yang tinggal di Perumahan Artha Uli II, kelurahan Pall Merah, kecamatan Pall Merah Lama kota Jambi itu ditahan setelah salah satu korban, Oktavia (24) melapor. Menurut Kompol Yudha Lesmana selaku Kasat Reskrim Polresta Jambi, Adi dan Marina menawarkan arisol dengan janji untung hingga 150% dalam waktu sebulan.

 

“Korban-korban ini tergiur dengan iming-iming tersangka. Ada yang mulai memberikan uang tunai Rp 5,5 juta dengan tawaran untung Rp 18,6 juta. Lalu ada yang pasang Rp 2 juta dan dijanjikan untuk Rp 8,5 juta atau sekitar 300 persen. Terakhir kalau setor Rp 1,1 juta bakal untung bulan berikutnya 100 persen jadi Rp 2 juta,” papar Kompol Yudha seperti dilansir Detik.

 

Hanya saja setelah para korban menyetor uang, tersangka justru tidak memberikan keuntungan sesuai janji bahkan kabur. Menurut Yudha, sejauh ini dari pengembangan kasus ada 28 korban yang melapor dengan total rugi Rp 152,6 juta. Polresta Jambi juga membuka posko layanan untuk menampung para korban arisol Adi dan Marina.

 

Korban Sudah 60 Orang

 

Setelah kasus arisol Adi dan Marina terkuak, puluhan korban pun berbondong-bondong datang ke Mapolresta Jambi dan ke kediaman kedua pasutri muda itu. Mereka semua kompak datang untuk menanyakan uang arisan bulanan yang tidak dicairkan Marina, pemilik arisol berlipat ganda. Detik melaporkan bahwa salah satu korban adalah Yusril dan istrinya yang total merugi hingga Rp 25 juta. Sementar itu ada juga Dewi yang seorang tukang rias make up pengantin merugi hingga Rp 31 juta.

 

Dewi menuturkan bahwa dirinya tergiur ikut arisol Marina karena banyak temannya yang ikut dan lancar mendapat untung. Namun dua bulan terakhir, arisol Marina mendadak macet dan bermasalah. Tak main-main, hingga Kamis (8/3) pekan lalu, korban sudah menyentuh 60 orang dengan total kerugian hingga Rp 500 juta. Kasus penipuan arisol bukan hanya terjadi di Jambi saja karena di Blitar dan Pematang Siantar juga ada laporan kasus arisol macet dengan jumlah korban hingga ribuan orang dan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

 

“Alasan si Marina itu, uang para korban tidak ada di dia tapi disetorkan ke owner satu lagi. Tetapi kami tidak percaya begitu saja karena kata tetangga sekitar rumahnya, mereka punya mobil. Jadi kami menduga mobil itu dibeli pakai uang-uang kami,” ungkap Angga, salah seorang korban arisol.

 

Calon Pengantin Rugi Hampir Rp 50 Juta

 

Salah satu korban yang paling bersedih mungkin adalah Dimas, warga Broni, kecamatan Telanaipura, kota Jambi. Pria yang ikut arisol karena calon istrinya itu bahkan merugi hingga Rp 50 juta. Padahal uang dan keuntungan arisol yang dijanjikan Adi dan Marina itu rencananya bakal digunakan Dimas untuk menikah pada 15 April 2018. Kini dengan seluruh uang yang bermasalah, rencana pesta pernikahannya nyaris batal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *