Driver Batal Mogok Usai Aplikator Terapkan Tarif Resmi Kepmenhub

May 7, 2019 | By hackguedong | Filed in: Berita.

Deskripsi singkat: Setelah Gojek mengikuti peraturan kementerian perhubungan terkait penyesuaian tarif ojol, para driver Go-Jek batal mogok.

Driver Batal Mogok Usai Aplikator Terapkan Tarif Resmi Kepmenhub

Pengemudi-pengemudi ojek online, dari Go-Jek, membatalkan rencana mogok mereka untuk menarik penumpang atau yang dinamakan dengan off bid yang seharusnya akan digelar hari ini.

Batal Mogok Karen Kepmenhub

Igun Wicaksono selaku Presidium Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) mengatakan bahwa aksi mematikan aplikasi Bersama tersebut dibatalkan karena aplikator sudah menyesuaikan tarif yang mana sesuai dengan Kepmenhub (Kementerian Menteri Perhubungan) Nomor 348 soal Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang dilakukan dengan Aplikasi.

“Dibatalkan karena dari aplikator telah mengumumkan resmi dan juga menerapkan tarif yang sesuai dengan Kepmenhub,”ungkap Igun dilansir dari CNN Indonesia, Senin (6/5). Oleh sebab itu lah, menurutnya, rencana aksi bid off ini pun dibatalkan hari ini.

Sebelumnya, lewat rekaman video yang mana diterima oleh tim CNN Indonesia, Igun mengimbau pada seluruh driver Go0Jek bandar togel online se-Indonesia untuk kembali beraktifitas normal, mencari nafkah hari ini dikarenakan rencana aksi bid off nya dibatalkan.

“Dengan terbitnya notifikasi pengumuman resmi dari gojek bahwa akhirnya gojek bersedia melanjutkan aturan dari Pemerintah Kepmenhub No. 348/2019 dalam PM No. 12/2019,” kata Igun di dalam rekaman video itu.

Pasalnya notifikasi resmi dari Gojek ini dirilis hari Senin (6/5) pada jam 00.00 WIB di Surabaya dan Jabodetabek. Di dalam pengumumannya, Gojek menyatakan bakal melanjutkan uji coba tarif baru Go-Ride ini. Tarif baru (sebelum adanya potongan) yang berlaku 6 Mei 2019 ini adalah untuk tarif minimum (0-4km pertama) yaitu Rp. 10.000 per ordernya dan tarif dasar (setelah 4 km) dengan Rp. 2.500 per ordernya.

Gojek dianggap ‘Membangkang’ Sebelumnya

Igun mengatakan bahwa sebelumnya aksi off bid ini dijalankan sebagai bentuk protes mereka pada kebijakan sepihak Gojek yang tak mengikuti aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 348/2019.

“Driver aplikasi Gojek ini tak ambil penumpang atau mematikan aplikasi sebagai bentuk protesnya terhadap kebijakan sepihak gojek yang tak mau mengikuti aturan pemerintah (Kementerian Perhubungan RI),” katanya.

Lewat beleid yang mana telah ditetapkan dan juga diterbitkan, Kemenhub menetapkan batas atas dan juga batas bawah tarif ojek online berdasarkan tiga zona. Batas bawah tarif paling rendah sudah ditetapkan yaitu sebesar Rp. 1.850 per km. sementara batas atas paling tingginya yaitu Rp. 2.600 per km nya untuk yang paling tinggi.

Rincian pembagian tarif di terendah pada ketiga zona ini adalah di zona 1 (Sumatera, Bali dan Jawa selain Jabodetabek) yaitu sebesar Rp. 1.850 per km nya, zona II (Jabodetabek) Rp. 2.000 per km dan zona III (Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua,dan Maluku) Rp. 2.100 per km.

Sedangkan batas atas ditetapkan untuk zona I Rp. 2.300 per km, zona II Rp. 2.500 per km dan zona III Rp. 2.600 per km nya.

Dengan adanya kenaikan tarif ojol ini memang membuat para pengemudi ojol senang dan semakin bersemangat. Namun tidak bagi para penumpang.

Misalnya saja Elsa Toruan (26) yang harus membayar Rp. 37 ribu untuk pergi dari tempat tinggalnya yang terletak di Kawasan Pasar Minggu ke tempat kerjanya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Padahal, biasanya ia hanya membayar Rp. 27 ribu saja.

“Sekarang mahalnya terasa banget. Padahal saya menggunakan ojol ini untuk pergi-pergi, kerja, nongkrong, dan lain-lain,” keluh Elsa ketika tahu tarif ojol naik per 1 Mei 2019.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *