Archives: Berita Bola

Barcelona Dengan Enam Kemenangan Untuk Menuju Juara La Liga

May 8, 2019 | By hackguedong | No Comments | Filed in: Berita, Berita Bola, Berita Olahraga.

Deskripsi: Dari 9 pertandingan yang harus dilakukan, Barca hanya perlu memenangkan 6 pertandingan untuk menjadi Juara. Namun, mereka tidak mau menyepelekan hal itu.

Barcelona Dengan Enam Kemenangan Untuk Menuju Juara La Liga

Belakangan ini pelatih Barcelona, Ernesto Valverdo mengungkapkan bahwa timnya akan fokus untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Valverdo juga mewanti-wanti klubnya supaya tidak terlalu memikirkan untuk menjuarai La Liga musim kali ini. Meskipun sudah dipastikan jika Barcelona mendapatkan peluang juara tetapi mereka tidak ingin kehilangan fokus.

Optimistis Barcelona Meraih Juara La Liga

Blaugrana berkesempatan menjadi barisan terdepan untuk menjuarai La Liga 2018/2019 kali ini. Bahkan Lionel Messi, dkk mencapai puncak klasemen dengan perolehan 69 poin dari 29 pertandingannya. Hasil ini membuat Atletico Madrid yang berada posisi peringkat kedua dengan selisih 10 poin. Selisih poin yang cukup banyak ini tentu menguntungkan bagi Barca untuk optimis menjuarai la liga musim ini.

Meskipun demikian, keberhasilan Barca menduduki peringkat atas tidak dicapai dengan mudah. Mereka harus beberapa kali mengalami kekalahan ataupun bermain imbang. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangat Barca. Mereka terus memutar otak dan merancang strategi jitu sehingga togel singapura bisa mendapatkan kemenangan dan berada di puncak. Mereka akan terus bangkit dan saat ini berpeluang memperoleh treble.

Dengan hasil yang diperoleh Barca saat ini yang mana terpaut 10 poin dari peringkat dua memberikan keuntungan kepada Barca. Pasalnya dari 9 laga berikutnya, Barca hanya perlu menaklukan dengan 6 kali kemenangan untuk mendapatkan trofi juara La Liga. Tentu hal ini harus diperkuat dengan mental dan semangat juang untuk mewujudkan kemenangan tersebut.

Valverde tetap mewanti-wanti klubnya untuk tidak terlalu euforia dengan keadaan saat ini. Mereka tetap perlu berwaspada dan hati-hati terhadap tim yang mengejutkan nantinya. Vakverdee juga mengutarakan bahwa merebutkan Juara La Liga bukan perkara mudah sehingga perlu kerja sama untuk menaklukan setiap kali pertandingan melawan tim lawan.

Seperti yang diutarakan di atas bahwa mereka hanya membutuhkan kemenangan 6 pertandingan lagi. Maka situasi ini tak boleh membuat pemain Barca berleha-leha untuk mewujudkan mimpi lebih dekat. Namun, ada satu hal yang krusial dan penting yaitu memenangkan laga setiap laga sehingga Barca semakin berkompeten untuk meraih juara tersebut. Ini tentunya sudah diketahui oleh sang pelatih dan juga disadari oleh setiap pemain.

Barca memang dengan mendapatkan 6 pertandingan bisa meraih juara tersebut, akan tetapi mereka masih perlu melakukan banyak hal sebelum itu terjadi. Hal itu yang juga disampaikan oleh pelatih Barca. Tampaknya Barca tak mau mudah terlena dengan posisi mereka. Barca tetap berusaha melakukan performa yang baik untuk setiap laganya. Syarat tersebut juga bisa berubah jika Barca ataupun Atletico terpeleset.

Proses Menuju Perolehan Juara La Liga

Barca malam nanti akan melawat dan bertandang ke markas Villareal. Termasuk salah satu 9 pertandingan yang harus dimenangkan oleh Barca. Meskipun secara kertas Barca memang lebih unggul dari tuan rumah. Bukan berarti Barca menganggap sepele apalagi remeh untuk pertandingan nanti. Mereka tetap menyiapkan yang terbaik untuk pertandingan tersebut. Villarreal memang berada pada posisi ke 17 tetapi Barca sama sekali tidak menyepelekan hal ini.

Lawan Barca nanti sedang mengalami situasi cukup sulit. Pasalnya sang tuan rumah pada pertandingan nanti sempat memenangkan pertandingan 2:0 dan berakhir kalah saat menghadapi Celta Vigo. Mereka pun menempati posisi jauh di bawah klasemen. Tetapi, mereka pun sudah melewati laga bagus melawan Sevilla, Real Madrid, dan Atletico Madrid. Jadi itulah beberapa review kedekatan kemenangan juara La Liga dari Barcelona.

Piala AFF 2018, Bima Sakti Tak Prioritaskan Tim Senior

March 12, 2019 | By hackguedong | No Comments | Filed in: Berita Bola.

Fase Grup B Piala AFF 2018 akan terselenggara atas Timnas Indonesia dengan Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok pada hari Sabtu, 17 November 2018. Belum lepas euoforia kemenangan timnas Indonesia atas timnas Timor Leste dengan hasil akhir 3-1 yang mana tak lepas dari berbagai peran yang dilakoni pemain senior.

Walau Menang, Tetap Ada Kritik

Adapun gol-gol gemilang tersebut dicetak oleh Alfath Fathier, Stefano Lilipaly lewat penalti dan Alberto Goncalves. Terbukti bahwa pemain senior timnas Indonesia berhasil memiliki andil yang besar atas terciptanya ketiga gol yang membawa Indonesia maju ke pertandingan selanjutnya.Ini adalah kabar yang menggembirakan, tentunya.

Adapun gol yang dilakukan Alfath tercipta atas asis yang dilakukan oleh Andik Vermansyah. Selanjutnya disusul gol Stefano Lilipaly atas penetrasi Andik yang membuat bek Timor Leste menjatuhkannya. Di susul dengan gol ketiga yang berhasil dicetak oleh Alberto Goncalves lewat sundulannya. Hal itu dapat tercipta akibat kecerdikan Riko Simanjuntak yang berhasil masuk ke sisi kiri pertahanan lawan.

Meski timnas Indonesia menang atas Timor Leste, kritikan tetap terjadi untuk pelatih ataupun permainan yang dilakukan oleh timnas Indonesia. Beberapa diantaranya mengatakan bahwa pola permainan yang dilakukan oleh Timnas Indonesia jauh dari kata baik. Di tambah kekalahan pertama atas Singapura di laga pertama Piala AFF 2018 saat itu dan juga kebobolan yang terjadi lebih dulu dari Timor Leste saat laga kedua dijadikan sebagai tolak ukur bagaimana komposisi strategi pelatih timnas Indonesia yang dianggap tidak berjalan.

Banyak pula yang mengkritik Bima Sakti agar lebih banyak menurunkan timnas senior daripada skuat timas U-23 Asian Games. Namun ternyata Bima Sakti memiliki pandangannya tersendiri. Menurutnya, pelatih yang saat ditunjuk sebagai kepala pelatih Timnas Indonesia di detik-detik akhir mempersiapkan AFF 2018 ini belum memprioritaskan timnas senior saat laga melawan Thailand nanti.

Thailand, Tim Lawan yang Lebih Kuat dari Indonesia

Bima Sakti mengaku tak bisa menjamin adanya pemain senior dalam timnya agen togel terpercaya akan ia jadikan pilihan utama. Saat ditemui wartawan pada hari Selasa, 13 November lalu beliau mengatakan, “Yang pasti semua pemain punya kesempatan, tetapi kami memang membutuhkan pemain berpengalaman. Pemain berpengalaman ini untuk mengatur ritme dan komunikasi. Melawan Thailand pasti berat, tetapi semua punya kesempatan main.” Ujarnya.

Namun ada hal baik yang Bima Sakti sampaikan bahwa ia akan memberikan kesempatan bermain kepada Andik Vermansyah, Fachruddin Aryanto dan Bayu Pradana.

“Yang pasti kami akan berikan kesempatan kepada pemain senior yang lebih berpengalaman seperti Andik, Fachruddin, atau Bayu yang sudah main di Piala AFF 2016.” Ujarnya.

Pasalnya tak hanya menurut Bima Sakti mengenai beratnya melawan Thailand. Hal itu juga disampaikan oleh Rufino Walter Gama selaku penyerang Timor Leste yang menilai bahwa Thailand lebih kuat dibandingkan dengan Indonesia. Karena sebelum melawan Indonesia, Timor Leste sudah lebih dulu melawan Thailand dan dibantai tujuh gol tanpa balas.

Rufino Walter Gama mengaku tak bisa mencerita sepertia apa kekuatan Thailand.

“Secara umum, saya tidak tau kekuatan Thailand seperti apa karena saya seorang pemain. Saya hanya melihat Thailand selalu menjadi yang teratas di Asia Tenggara, tapi menilai permainan mereka seperti apa saya tidak mau bicara, biarkan orang lain saja yang menilai,” ujar Rufino Walter Gama yang berhasil mencetak gol bagi Timor Leste melawan Indonesia.

Saat ini Thailand berada di posisi pertama dalam klasemen sementara Grup B Piala AFF 2018 sementara Indonesia menduduki posisi kedua.

Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 Jamu Thailand-Korsel

June 29, 2018 | By hackguedong | No Comments | Filed in: Berita Bola.

Hasil yang masih belum sesuai harapan membuat PSSI terus melakukan uji coba untuk Timnas U-23 yang diproyeksikan berlaga di Asian Games 2018. Sebagai tuan rumah, PSSI jelas ingin membuktikan kalau sepakbola Indonesia juga menjanjikan. Jika sesuai jadwal, timnas akan menjamu dua tim kuat yakni Thailand dari Asia Tenggara dan Korea Selatan dari Asia Timur.

 

Detiksport melaporkan kalau anak asuh Luis Milla akan dua kali menghadapi Thailand yakni pada 31 Mei dan 3 Juni, baru kemudian melawan Korea Selatan alias Korsel pada 23 Juni. Menurut Milla, pertandingan yang akan dilangsungkan di stadion Pakansari, kabupaten Bogor dan stadion PTIK itu jadi penilaian atas perkembangan Hansamu Yama dkk.

 

Gatot Widakdo selaku Direktur Media dan Promosi Digital PSSI menyebut kalau pemilihan stadion PTIK dan Pakansari, alih-alih Gelora Bung Karno merupakan permintaan Thailand. Sementara itu bagi Milla, Korsel akan jadi lawan yang berkualitas sekaligus sangat tangguh karena mereka adalah juara bertahan Asian Games sehingga bisa jadi modal baik bagi Timnas U-23.

 

Bagi Korea Selatan, uji coba melawan Indonesia akan jadi momen tepat sebagai adaptasi atas lapangan dan cuaca di Indonesia jelang Asian Games 2018. Mereka pun melakukan persiapan maksimal hingga memanggil para pemain yang merumput d Eropa. Kim Hak Bum selaku pelatih Korsel disebut akan membawa 25 pemainnya termasuk Park Seung Ho (Girona/Spanyol), Lee Jin Hyun (FK Austria Wein/Austria) dan Seo Young Jae (Hamburg SV/Jerman).

 

Masalah Luis Milla Ada Pada Striker Mandul

Hanya menyisakan tiga bulan saja, Timnas U-23 akan berjibaku di Asian Games 2018. Sebagai tuan rumah, peluang Timnas U-23 masih berat karena dalam beberapa uji coba belum memuaskan. Indonesia bahkan terdepak di ajang PSSI Anniversary Cup yang jelas merupakan hasil buruk. Salah satu hal yang disorot adalah mengenai lini depan Timnas U-23 yang masih mandul.

 

Berulang kali gagal menjebol gawang lawan atau lemah dalam tendangan penalti membuat Milla kebingungan mencari striker tajam yang haus gol. “Kami masih memantau siapa pemain yang bisa memecahkan masalah ini. Saya suka striker yang bisa cetak gol dan cepat beradaptasi. Kami akan melihat lagi di Liga untuk mencari pemain. Saya punya harapan besar untuk timnas Indonesia dan semoga Agustus nanti bisa mewujudkan mimpi seluruh masyarakat.”

 

Riko Simanjuntak – Alberto Goncalvez Dipanggil

Sementara itu jelang lawan Thailand, Milla pun mulai memanggil beberapa pemain ke timnas. Salah satunya adalah pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak. Punya peluang membela Indonesia rupanya membuat Riko sangat senang. “Setiap pemain pasti punya keinginan bisa masuk timnas. Tentu saya tak akan membuang kesempatan ini. Apa kelebihan saya saat membela Persija akan saya keluarkan semuanya untuk negara.” Bukan tak mungkin jika Riko masuk jadi salah satu dari tiga kuota pemain senior untuk Asian Games 2018.

 

Selain Riko, nama lain yang dipanggil adalah striker Sriwijaya FC, Alberto Goncalves. Sudah menjadi WNI lewat program naturalisasi, pria kelahiran Brasil itu sangat bangga bisa membela Indonesia. Meskipun sudah berusia 37 tahun, Beto dipandang masih cukup tajam dan sudah mencetak empat gol dari 10 pertandingan. Bagi Beto ini adalah panggilan pertama dari PSSI setelah dirinya resmi menjadi WNI. Apakah Beto bakal menyusul kesuksesan Cristian Gonzales yang pernah selama empat tahun masuk timnas.

Wasit Final Liga Champions Pernah Jadi Wasit Paling Buruk

June 8, 2018 | By hackguedong | No Comments | Filed in: Berita Bola.

Apakah anda tahu bahwa wasit final Liga Champions 2017/2018, yakni Milorad Mazic, pernah mendapatkan predikat togel online terbaik pengadil lapangan yang paling buruk di Piala Dunia 2014.

Pernah Jadi Wasit Terburuk

UEFA menetapkan Mazic akan memimpin laga antara Real Madrid dan Liverpool pada laga final Liga Champions yang berlangsung di Kiev, tanggal 26 Mei. Keputusan konfederasi sepak bola Eropa itu sempat mencuatkan sebuah kekhawatiran tersendiri di antara pada pendukung kedua tim ini khususnya di media sosial.

Dikutip dari CNN Indonesia, kekhawatiran tersebut tidak lain karena sang wasit yang berasal dari Serbia tersebut tak pernah ‘dinobatkan’ sebagai wasit yang terburuk di ajang Piala Dunia 2014.

Menurut hasil jajak pendapat yang diadakan di situs pemerhati pengadil-pengadil lapangan di dunia, yakni redcardtheref.com, Mazic sendiri menempati posisi paling atas sebagai wasit yang paling buruk di pesta sepak bola dunia yang berlangsung di Brazil tersebut.

Totalnya, Mazic mendapatkan suara sebanyak 87.362 dari total 110.000 pemilih yang ada di situs itu. terpilihnya Mazic memang dilatarbelakangi oleh beberapa keputusan yang mana dianggap paling kontroversial ketika memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia 2014 itu.

Membuat Keputusan Kontroversional

Kontroversi yang dikabarkan paling heboh adalah saat Mazic memberikan hadiah berupa penalty untuk Timnas Jerman ke arah gawang Timnas Portugal. Saat itu Jaoa Perera dianggap menarik dengan sengaja Mario Geotze di dalam kotak penalty. Ia pun memberikan kartu merah pada Pepe yang menanduk pemain Jerman, Thomas Mueller. Laga itu berakhir dengan kemenangan Jerman dengan skor telak tanpa balas dari Portugal, 4-0.

Keputusan Mazic pun memancing kemarahan fans ketika laga timnya melawan Argentina pada fase grup Piala Dunia. Bagaimana tidak, sang wasit itu tidak memberikan penalty pada Iran setelah Ashkan Dejagah dijatuhkan oleh Pablo Zabaleta di dalam kotak penalty di menit ke-56.

Protes pemain-pemain Iran pun akhirnya langsung berjatuhan padanya namun sayang sekali tak satu pun digubrisnya. Dalam tayangan ulang, terlihat dengan sangat jelas bahwa kaki Zabaleta dijegal oleh Kaki Dejagah tepat di dalam kotak penalty. Dan laga akhirnya berakhir dengan skor 1-0 dan kemenangan di tangan Argentina karena gol yang diciptakan oleh Messi.

Di gelaran Liga Champions musim ini juga, Mazic tercatat baru memimpin laga sebanyak kurang lebih 4 kali di fase grup dan salah satu di antaranya saat Barcelona melawan Juventus. Dan dalam pertandingan ini, Mazic paling banyak mengeluarkan kartu kuning dan hal ini mengundang reaksi yang heboh dari para fans. Bayangkan saja, dalam pertandingan antara Barcelona melawan Juventus, ia total mengeluarkan 5 kartu kuning.

Totalnya, sudah ada 13 kartu kuning yang dikeluarkannya dalam 4 kali memimpin pertandingan Liga Champions pada fase grup. Dan ironinya, Mazic lah yang sekarang ini akan memimpin pertandingan final laga paling bergengsi di Eropa itu.

Keputusan wasit sendiri memanglah kadang menguntungkan atau bahkan merugikan. Akan tetapi dengan menjadi wasit di laga bergengsi sekelas Liga Champions, ini bisa membuat Mazic bijak dalam ha mengambil keputusan dan bisa menjadi wasit yang baik dalam babak final Liga Champions nantinya.

Tentunya para pendukung sepak bola juga berharap Mazic dapat bertindak lebih bijak dan tidak sembarangan memberikan hadiah penalti, memberikan hukuman kartu kuning, bahkan kartu merah dan lebih bisa mempertimbangkannya lagi di pertandingan nantinya.